Marah Meledak2

22 11 2010

Bagaimana menghilangkan kebiasaan marah meledak2, trtm ke anak, saat melihat kamarnya berantakan, tidur2 disofa dihari libur ?

demikian seorang bapak bertanya,

saya pun merenung sejenak, self talk, smbil berpikir jawaban yang tepat dan efektif.

..hmmm….yang paling dasar dulu ya, ingat kan? semua peristiwa adalah netral, kita memutuskan mau marah, mau senyum, mencak2 atau apapun.
Dan marah dalam kerangka mendidik tentu diperbolehkan dalam batas yang wajar, bukan,… makanya bisa panjang nih ngobrolnya,..he..hee, dan Punten… sudah dicontohkan oleh kita sbg ortu mas? krn MENDIDIK tidak MENDADAK < puntennn ya..>. Panjang perjalanan mendidik dan memberikan batasan2 hak dan kewajiban,sejak mereka masih kanak2.

Asumsi saja ya mas, ortu sdh mencontoohkan, komunikasi ortu dan anak baik2 saja selama ini, kondisi normal2 saja, kecuali untuk hal2 yg dipermasalahkan tadi, begitu ya , mas?
maksud saya,  marah tadi ” disadari, terjadi dan dimunculkan dari diri ortu”, karena terjadinya masalah ,begitu mas?

sedikt info : kata para ahli ,Saat marah , ada 34 otot diwajah ikut bekerja, saat tersenyum cuma 17 otot yang bekerja , nah,.. mending mana? marah atau bicara baik2? ( sy dengar dari radio MQ bandung ).

bbrp saran ringan:

1.. sudah melakukan reframing ?lakukan deh reframe.

2.Menyadari emosi dan keputusan sesudahnya.
Saat mau marah, sadari diri kita dan kenali emosi yang muncul, perhatikan self talk kita saat itu, lalu… istiqfar,…dikendalikan secara sadar.LAKUKAN BREAK STATE.( pilih saja break state nya ,yang lebih positif dan membuat lebih nyaman drpd marah ).
Setelah emosi reda, baru boleh bicara. Biasanya lebih terkendali dan tenang.
bisa kmdian mendekati anak dan bicara baik2 apa harapan ortu.dst

Bisa kita self talk dengan pertanyaan:” apa betul sy perlu marah meledak hanya utk hal2 seperti ini? adakah hal yang lain yang lebih memberdayakan saya dan hubungan kami , bisa sy lakukan dibanding marah2?
Apa dampaknya kalau saya marah?
Apa hal positif yg sy dapat kalau saya gak marah?
Saya kehilangan apa, kalau saya marah, atau apa yang tdk bisa sy dapat, kalau saya marah ? ( seperti diagram Cartesian, ya? )

3.Positif feeling and Positif thinking misalnya: “nah… ini ladang amal saya sbg ortu, saya berkewajiban mendidik anak saya agar melakukan yang baik yang kami sepakati.”,saya perlu belajar meningkatkan komunikasi dg anak, misalnya.

4. TINGKATKAN KOMUNIKASI consciuos dan unconscious dengan keluarga.
Kita tahu kan? Komunikasi itu tidak hanya verbal ( verbal hanya 7 % )?
sementara ini dulu ya… moga bermanfaat. sayapun menutup pembicaraan.

“salam sukses dan sehat”
Enny S. Azis CT NLP, CI
https://ennyazis.wordpress.com/


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: