TIDAK BANYAK KASUS DIANGKAT

5 08 2011

Untuk yang membaca blog saya, terima kasih ya…sdh mau lihat2,..smg ada manfaat yang bisa diambil.

Saya membatasi menulis kasus di blog terapi ini, karena tidak ingin tanpa saya sadari, kasus orang lain terungkap sampai identitasnya bisa diketahui ( tanpa saya sadari atau sengaja ).

Sy akan tetap mengisinya dengan kasus2 rigan saja .tks





Keluhan diperut dan kaki yang sulit diangkat.

21 06 2011

Seorang Teman usia sekitar 40 thn, ibu rumah tangga, sejak sekitar 4 tahun terakhir mulai banyak keluhan, di perut,maag yang kronis, bila selesai makan, perut terasa keras, menekan kedada, kakai bengkak, terasa ada beban sehingga jarang sekali berjalan dalam keseharian, kecuali kekamar mandi. kesehariannya hanya duduk, minum obat dan merasakan ketidaknyamanan ditubuh. begitu cerita suaminya.Berjalan tertatih2, saat ditoilet duduk, sangat sulit untuk berdiri dan sangat berat dirasakan. Yang saya syukuri adalah ibu itu tahu apa yang diinginya yaitu: ingin SEMBUH. singkat cerita , sy bantu , diawali dengan melakukan taping hingga lebih dari 10 kali putaran panjang dan pendek dikombinasikan, dengan aspek2 yang banyak , beragam, yang sy tangkap saat ybs bercerita ( teknik “tell the story dlm EFT level 2 “). alhamdulillah rasa sakit dirasakannya makin berkurang, namun kaki masih terasa berat. seperti dibebani besi 10 kg, berbentuk bulat. Saya membantunya dengan meyakinkan : Bila ibu bisa membayangkan ada beban besi seberat itu, tentu ibu mampu membayangkan ada beban lain yang ringan dan menggantikan besi itu bukan? ybs mengangguk dan memilih membayangkan kerupuk, dg. diameter yang sama dengan besi tersebut, namun hanya seberat 2 ons, ” SUBMODALITY ” saya mapping accross. Sambil terus saya reframe saya minta ybs mengangkat kakinya perlahan2 dan Alhamdulillah, ybs mampu mengangkat kakinya dengan semakin ringan dan akhirnya mampu berdiri dan berjalan tegak, perlahan2 menuju pintu rumah. ” Hal ini, berjalan didalam rumah sudah sangat lama tidak saya lakukan, bu” ibu tersebut mengaku. Maha Besar ALLAH < yakinlah ibu, kalau kita tahu apa yang kita mau, dan berusaha untuk mencapai kesembuhan, ALLAH akan memudahkan. >.Lakukan terus EFT dan rajinlah berlatih , agar kaki2 ibu kembali kuat dan tubuh bisa berfungsi sebagaimana seharusnya.





MENGANTUK setelah EFT

24 03 2011

mbak..aku kok ngantuukk sekali setelah mbak bantu taping tadi< begitu sms salah satau klien saya.

pagi harinya sy membantu klien tsb dgn EFT, karena tekanan darahnya 170/100, membuatnya sangat pusing, sudah 10 hari minum obat penenang dari dokter, karena sakit yang sering tidak tertahankan.

Saya mengetahui ada emosi yang besar dibalik keluhannya, syspun mengangkatnya satu pesatu dengan kerjasama klien tsb, tentu saja.

sekitar 1.5 jam sy terapi, lalu sy pulang dan berpesan agar klien tsb rajin melakukannya dengan mengangkat aspek2 emosi lain yang dirasakannya.

Alhamdulillah, diawali dg kantuk tadi, ybs tidur cukup lama sekitar 4 jam, menurut ceritanya dan setelah itu kepalanya terasa semakin ringan ( pusing hilang dan perasaannya lebih nyaman ).

3 hari kemudian ybs melakukanpengecekan, tek darah menjadi 107/80..subhanallah, hingga hari ini, saya sering cek melalui sms, ybs sehat, keluhan pusing hilang, semakin nyaman. alhamdulillah.





EFT membuatnya tersenyum

19 01 2011

Hari Senin, 17 Jan 2010, saya shalat Dhuhur di masjid jl Aceh.
Saat memasuki ruang masjid, melihat seorang ibu sedang duduk, dan anak remajanya tiduran, dipangkuannya, mengenakan jaket , Ibu nya tampak memegang kening anaknya, berulan2 dan membelai2 kepala sanga anak>
Hati ssaya berkata: kenapa, ya? apakah anak itu sakit?
sayapun melakukan shalat dhuhur, selesai mengerjakan shalat, saya beranikan diri bertanya, ” Sakit bu? ” sambil menunjuk sang anak. ibu yang manis ini meng iyakan,
semalam agak hanget katanya, tadinya sudah gak boleh sekolah, namun krn kelas 3 harus foto dll, utk ujian, terpaksa masuk sekolah juga,
OO… kata saya,

lalu tadi telpon, minta jemput, gak kuat katanya badannya gak nyaman…sambung ibu tadi..

Saya pun menawarkan menterapi anak tersebut, dg EFT. Ibu nya setuju.
Setelah terapi 3 putaran, Subhanallah, setelah minum, anak remaja tsb, duduk, tersenyum dan say raba, suhunya sudah turun.
“‘bagaimana rasanya sekarang, sayang? tanya saya”.. enakan tante..

Subhanallah….. terima kasih atas rizki berbagi dihari itu ya RABB.

cepat sembuh ya sayang…kata saya mengakhiri perjumpaan.





Marah Meledak2

22 11 2010

Bagaimana menghilangkan kebiasaan marah meledak2, trtm ke anak, saat melihat kamarnya berantakan, tidur2 disofa dihari libur ?

demikian seorang bapak bertanya,

saya pun merenung sejenak, self talk, smbil berpikir jawaban yang tepat dan efektif.

..hmmm….yang paling dasar dulu ya, ingat kan? semua peristiwa adalah netral, kita memutuskan mau marah, mau senyum, mencak2 atau apapun.
Dan marah dalam kerangka mendidik tentu diperbolehkan dalam batas yang wajar, bukan,… makanya bisa panjang nih ngobrolnya,..he..hee, dan Punten… sudah dicontohkan oleh kita sbg ortu mas? krn MENDIDIK tidak MENDADAK < puntennn ya..>. Panjang perjalanan mendidik dan memberikan batasan2 hak dan kewajiban,sejak mereka masih kanak2.

Asumsi saja ya mas, ortu sdh mencontoohkan, komunikasi ortu dan anak baik2 saja selama ini, kondisi normal2 saja, kecuali untuk hal2 yg dipermasalahkan tadi, begitu ya , mas?
maksud saya,  marah tadi ” disadari, terjadi dan dimunculkan dari diri ortu”, karena terjadinya masalah ,begitu mas?

sedikt info : kata para ahli ,Saat marah , ada 34 otot diwajah ikut bekerja, saat tersenyum cuma 17 otot yang bekerja , nah,.. mending mana? marah atau bicara baik2? ( sy dengar dari radio MQ bandung ).

bbrp saran ringan:

1.. sudah melakukan reframing ?lakukan deh reframe.

2.Menyadari emosi dan keputusan sesudahnya.
Saat mau marah, sadari diri kita dan kenali emosi yang muncul, perhatikan self talk kita saat itu, lalu… istiqfar,…dikendalikan secara sadar.LAKUKAN BREAK STATE.( pilih saja break state nya ,yang lebih positif dan membuat lebih nyaman drpd marah ).
Setelah emosi reda, baru boleh bicara. Biasanya lebih terkendali dan tenang.
bisa kmdian mendekati anak dan bicara baik2 apa harapan ortu.dst

Bisa kita self talk dengan pertanyaan:” apa betul sy perlu marah meledak hanya utk hal2 seperti ini? adakah hal yang lain yang lebih memberdayakan saya dan hubungan kami , bisa sy lakukan dibanding marah2?
Apa dampaknya kalau saya marah?
Apa hal positif yg sy dapat kalau saya gak marah?
Saya kehilangan apa, kalau saya marah, atau apa yang tdk bisa sy dapat, kalau saya marah ? ( seperti diagram Cartesian, ya? )

3.Positif feeling and Positif thinking misalnya: “nah… ini ladang amal saya sbg ortu, saya berkewajiban mendidik anak saya agar melakukan yang baik yang kami sepakati.”,saya perlu belajar meningkatkan komunikasi dg anak, misalnya.

4. TINGKATKAN KOMUNIKASI consciuos dan unconscious dengan keluarga.
Kita tahu kan? Komunikasi itu tidak hanya verbal ( verbal hanya 7 % )?
sementara ini dulu ya… moga bermanfaat. sayapun menutup pembicaraan.

“salam sukses dan sehat”
Enny S. Azis CT NLP, CI
http://ennyazis.wordpress.com/





AKU KURANG PERCAYA DIRI

9 11 2010

, demikian keluhan seorang remaja putri, yang manis, lembut tutur katanya dan cukup berprestasi disekolahnya. Usut punya usut ternyata, kurang berani bicara, kurang PD ini, banyak dipengaruhi saat usia sekitar kelas 3 SD, dimana bbrp kali diacuhkan rekannya.

dengan waking hypnosis, melakukan reframing dan teknik NLP, suuiss pattern, serta tip2s ringan untuk self control, remaja putri ini tampak begitu senang, dan bersemangat. semoga terjadi perubahan yang lebih baik, karena dia tahu apa masalah yang dirasakannya dan apa yang diinginkannya.





BERUSAHA mengedit MAP

2 10 2010

The map is not the teritory…. mudah memahaminya dengan “setiap orang membentuk dunianya masing” dengan persepsinya, asumsi2nya terhadap apa yang dialami.

Penting sekali mengamati map kita dalam menyikapi satu maslaah terutama masalah sakit yang telah bertahun2 yang menurut dokter sebenarnya”gak parah2 amat” namun LABEL dari kitalah yang membuat kita sendiri “mengijinkan”kita untuk merasa sakit yang sulit sembuh.

Dengan berusaha mengubah pelan2 map kita, bahwa sakit Insya ALLAH ada obatnya, tidak ada penyakit yang mematikan,…sakit ini penggugur dosa, dengan sakit ini banyak hikmah bisa diambil, maka jalan menuju kesehatan akan lebih terbuka. Mulailah mengatakan kepada diri kita bahwa, :saya mau an saya mengijinkan diri saya tubuh saya yang merupakan amanah ALLAH ini, untuk sehat, lebih sehat dan semakin sehat” .





Komitmen yang bergeser

17 05 2010

Setelah lebih15 tahun berumah tangga, tentu menyakitkan, mendpati kondisi pasangan kita memiliki “pasangan baru ” tanpa sepengetahuan kita.

Harskan RT ini dipertahankan ? demi apakah ? demi anak ? atau demi kepingan cinta yang masih dicoba untuk disatukan ?

Demi apapun itu, jawabannya ada didiri kita dan pasangan.
……………





Semua masalah Insya ALLAH ada jalan keluarnya

7 01 2010

dear Klien,

terima kasih telah mempercayai kami sebagai tempat anda curhat damn mencari solusi yang tepat bagi permasalahan anda.

Jawabnya ada di diri kita,

Apa yang kita mau ?

tahukah kita jalan menuju “mau” kita tadi ?

apa yang saat ini kita miliki?

dan apa yang harus kita lengkapi agar “mau” tadi menjadi kenyataan.

KEEP MOVING ………….. Insya ALLAH you can handle your problem.





YOU ARE the CAUSE and also the EXECUTOR ???

12 11 2009

Kedengarannya cukup serem ya… EXECUTOR ???

YUP……, kita memutuskan apa yang akan kita pikirkan, apa yang akan kita lakukan untuk kesehatan diri kita sendiri. janganlah selalu mengatakan ini sudah takdir, saya sudah ditakdirkan begini dan begitu. sehingga kita hanya seperti ” menyalahkan keadaan, pasrah” dan sejenisnya.

ALLAH adalah bagaimana prasangka hamba Nya kepadaNYa. selalu lah berprasangka baik, bahwa ALLAH pasti menciptakan kita agar kita bahagia, menyebarkan manfaat sebanyak2nya, sehat.dan semua kebaikan tertinggi yang ditetapkan Nya bagi manusia.

Saat kita mendapat satu cobaan sakit, sebagiaman dialamai seorang klien, saat serangan panik tiba2 muncul, klien tsb menelpon saya dan mengatakan saat ini juga ingin bertemu….. sementara saya sudah bersiap2 masuk kekelas untuk memberikan workshop dan…. pasti maklum ya… sangat sibuk dan cukup riweh, butuh konsentrasi penuh.

NAmun, sekali lagi, kita bisa memutuskan bagaimana kita menyikapi setiap kondisi yang muncul. Karena tahu pertemua sangat penting bagi klien dalam kondisi seperti itu, sayapun memberikan jadwal di waktu lunch untuk bertemu………. ternyata itu memberi dampak sangat positif bagi klien, belum menjalani terapi , baru konsul, ybs sudah merasa mulai nyaman, lega, ditambah dengan bekal EFT untuk dibawa pulang dan dilakukan, ybs semakin merasa nyaman.

Dan akhirnya pada pertemuan berikutnya Klien mulai berani memutuskan apa yang akan dilakukan untuk kesehatan dirinya. BUKAN TERAPIS YANG MEMUTUSKAN. YOU ARE the CAUSE and The EXECUTOR…………

salam








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.