Untuk saya kejadian ini menarik , mungkin belum tentu untuk rekan lainnya ya.saya ingin ceritakan pengalaman saya.
hari senin saya berada di sebuah masjid dikota bandung, menunggu anak saya sedang ujian, ‘shalat,dan mendoakannya disana ‘. saat itu saya merasakan ada otot dibawah lengan kanan saya seperti kram, menyebabkan saat saya menarik nafas, agak sakit.
Lalu saya melakukan Taping EFT bbrp putaran, sampai terasa keluhan berkurang.Saat itu masih pagi, masjid sedang dibersihkan, sy melihat petugas masjid membawa vacum cleaner untuk membersihkan karpet masjid yang tebalnya sekitar3-4 cm. Tiba didekat sy, petugas tsb bertanya, “ibu,pusing?” saya tersenyum menjawab: nggak pak, sy sedang terapi diri saya sendiri, otot saya seperti kejepit, sesak saat bernapas. Petugas tsb tampak perhatian, lalu mendekat dan duduk tak jauh dari saya, terapi apa itu, bu? tanyanya antusias.
sayapun menjelaskan singkat,, lalu bertanya, mau pak lakukan terapi ini? ybs mengangguk.’hmmm apakah bapak ada keluhan yang dirasakan, pagi ini?’
Tiba-tiba , petugas tersebut (yang ternyata sering menjadi imam shalat), tertunduk , sorotan matanya berubah seperti sedang sedih, dan berkata” SAYA sedang kesal bu, sampai saat jadi imam, kadang tiba2 teringat,dan itu mengganggu”
saya bertanya, bolehkah saya tahu kekesalan yang dirasakan? bila tidak boleh, tak apa, apa yang bapak inginkan?
“saya ingin lebih tenang bu, kesal saya hilang” …
Saya pun mengajarkan teknik EFT dengan cepat ,lalu memandunya melakukan taping.saya yakin saya melihat matanya sempat memerah seperti menahan air mata yang akan jatuh.
selesai 3 putaran pendek, ybs berkata: ‘Subhanalah. langsung terasa ya bu, lebih turun rasa kesalnya”. alhamdulillah.
karena waktu tdk memungkinkan, sy ingatkan lakukan selanjutnya sendiri dan memberinya panduan, buku saku yang selalu ada ditas saya.
ESOK HARINYA………………Selasa pagi.
saya kembali datang kemasjid tersebut utk aktifitas yang sama, ternyata bapak tersebut sudah ada disana, dan menyapa saya, lalu menceritakan, ,bbrp kali EFT dilakukannya, dan sudah makin tenang, kesal saya sudah hilang bu…subhanallah. Bincang2 kami ditutup dengan kalimat,saya doakan semoga Ujian anak ibu lancar, bisa lulus dengan baik ya bu, AAMIIN YRA.
terima kasih ya ALLAH untuk pertemuan yang Engkau tetapkan, untuk rizki berbagi ilmu yang Engkau berikan.
wass